DPP APDESI

Kapolda: Demo Masa Tenang, Kami Bubarkan

Kapolda Sulut, Brigjen Drs Wilmar Marpaung, SH

MANADO, FAJARMANADO.com — Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung, SH mengingatkan supaya tidak ada aksi demo terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) selang masa tenang sampai hari H pencoblosan.

Kapolda menginstruksikan kepada semua jajarannya untuk membubarkan jika ada massa yang melakukan aksi unjuk rasa dalam bentuk apapun selang tanggal 6 hingga 9 Desember mendatang.

“Saya tidak mentolerir, tidak menginjikan ada demo mulai tanggal 6 sampai pada hari H tanggal 9 nanti. Kalau ada, kami bubarkan,” tandasnya kepada wartawan usai memimpin Apel Kampanye Anti Kekerasan Dalam Rangka Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Hukum Polda Sulut, Rabu (02/12/2015), di Mapolda, Jalan Bethesda Manado.

Brigjen Marpaung merasa harus memberikan pernyataan keras ini mengingat empat hari tersebut adalah bagian tahapan Pilkada dengan agenda masa tenang serta hari H. Siapa pun dilarang menyampaikan pendapat atau unek-unek melalui aksi demonstrasi.

Kapolda pun menghimbau seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk bersama-sama merayakan pesta demokrasi Pilkada serentak 2015 ini dengan menyalurkan hak suara di masing-masing TPS dengan damai.

“Saya mengajak tanggal 9 untuk beramai-ramai ke TPS. Salurkan hak pilih menurut hati nurari,” pinta mantan Kapolres Bitung ini.

Dalam sambutannya pada apel yang dihadiri Forkopimda tersebut, kapolda juga menginstruksikan jajaran intelegen agar dapat mendeteksi kelompok yang dapat mengganggu Kamtibmas.

Dia berharap LSM dan Ormas serta masyarakat sebagai mitra dari Polisi, menjelang Pilkada dan perayaan Natal serta Tahun Baru ini agar ikut bersama-sama berkonstibusi menjaga Kamtibmas di lingkungan masing-masing dan daerah Sulut pada umumnya.

Apel kampanye aksi kekerasan ini, katanya, dilatabelakangi aksi kekerasan yang semakin meningkat di bumi Nyiur Melambai belakangan ini. Pemicu kasus penganiayaan dengan sajam, pembunuhan, tarkam, pencurian dengan kekerasan, 60-70 persen adalah miras. Untuk diharapkan semua elemen dapat mencegah dan menghindari aksi kekerasan ini.

Sementara Komandan Pangkalan Udara Samratulangi Danlanud), Kolonel Pnb Djoko Tjahjono, ketika membacakan Seruan Anti Kekerasan, menghimbau masyarakat dapat menyukseskan Pilkada, menjaga dan menciptakan situasi keamanan agar tetap kondusif.

“Menghentikan aksi-aksi kekerasan, miras dan narkoba. Waspadai terror dan tolak pahak ISIS. Dukung aparat untuk menangkap pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat,” sebutnya.

Pada apel tersebut, dilakukan pulan doa bersama dari pemuka agama Protestan, Islam, Katholik, Hindu serta Budha serta diakhiri dengan pawai yang diikuti Polri, TNI, LSM dan Ormas termasuk Brigade Manguni dan Pemuda Pancasila serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

(corr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *