Bitung, Fajarmanado.com – Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (KB FKPPI) Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kepedulian membantu korban bencana di Kota Bitung, Sabtu (18/2).
Dipimpin Ketua KB FKPPI Sulut Hendrik Sompotan SH MH dan Wanhat Ewal Frederik, ormas ini memberikan bantuan berupa sembako, peralatan kebersihan badan dan pakaian layak pakai diserahkan di Posko Bantuan, yang dikoordinir langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sabtu (18/2) lalu.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami, semoga dapat meringankan beban keluarga-keluarga yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor,” ujar Ketua KB FKPPI Sulut Hendrik Sompotan SH MH saat menyerahkan bantuan yang diterima Kepala BPBD Kota Bitung Franky Ladi.
Terpisah, koordinator giat KB FKPPI Peduli Bencana Bitung Eko Jack Tuppang, Dr Heny Pratiknjo, Agus Widjaja dan Ferry Sutanto senada mengatakan, bantuan ini merupakan aksi kemanusiaan seperti yang tertuang dari tekad KB FKPPI.
“Ini bentuk solidaritas dan rasa persaudaraan sesuai dengan yang tertuang dalam tekad KB FKPPI. Walau pun tidak seberapa namun kiranya bantuan ini bisa sedikit membantu para korban yang tertimpa bencana,” tutur Eko, Wakil Ketua KB FKPPI Sulut.
Usai penyerahan bantuan, seluruh kader menuju ke lokasi bencana di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga. Dua tim dibentuk untuk membersihkan puing-puing material yang berada di dalam rumah warga maupun di sepanjang jalan kelurahan bersama-sama dengan personil anggotan TNI AD Kodam XIII/Merdeka yang dipimpin Mayor Inf Masgen Abas.
“Kami terbeban melihat saudara-saudara kami yang tertimpa musibah. Kehadiran kami disini, sebisa mungkin kami meringankan beban-beban mereka,” ujar Biro Humas KB FKPPI Sulut Janni Kasenda selaku ketua Tim 1 didampingi Ketua tim 2 Janse Binti.
Eko Jack Tuppang mengatakan, KB FKKPI senantiasa menunjukkan kepedulian bagi sesama. Jika para orang tua mereka berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI, maka anak cucu yang tergabung dalam KB FKKPI berkewajiban meneruskannya dengan mengisi kemerdekaan.
“Wujud dari mengisi kemerdekaan ini, antara lain, menunjukkan kepedulian dan rasa sepenanggungan bagi sesama warga NKRI yang mengalami kesulitan akiban bencana seperti ini,” ujar Eko, yang dikenal sebagai pengusaha kelistrikan asal Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa ini.
(risma tofan/ely)