Wisata  

Pesisir Pantai Timur Minahasa Simpan Pesona Alam yang Indah

Pesisir Pantai Timur Minahasa Simpan Pesona Alam yang Indah
WISATA PANTAI: Keceriaan wisatawan lokal di Pantai Pekaretan, Lembean, Minahasa, yang berpasir putih, Sabtu (18/2). Foto: Fiser Wakulu
Lembean, Fajarmanado.com – Pesisir pantai Timur Minahasa memiliki kumpulan destinasi wisata  yang indah nan memesona. Sayangnya, sebagian besar dari pesona wisata alam ini belum digarap dan dikelola optimal dengan akses jalan yang memadai.

Siapa yang tak kenal dengan nama besar Pantai Kora-Kora yang didampingi pantai Pekaretan. Tapi ternyata tidak hanya Pantai Kora-Kora yang menawan. Jika disebut dari Utara, ada pantai Makalisung, Bulo, Pasir panjang, tripel M, Pantera, Tulaun, Kawis, Kamenti, Atep oki, Tanjung eling, Parentek, Rarumis, Tumpaan, Mahembang, Bukit Tinggi, Tinggian, hingga pantai Rumbia yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Sederetan nama pantai yang berjejer pada bagian Timur Minahasa ini, kini semakin dikenal luas, tentu saja bagi kalangan pecinta dunia wisata, yang rutin memanfaatkan hari libur nasional melakukan kunjungan wisata domestik.

Pantauan wartawan Fajarmanado.com, Sabtu (18/2), yang adalah hari libur, Pantai Pekaretan dipadati ratusan wisatawan. Mereka bermain di riak air dan berfoto di berbagai sisi.

Gian, salah satu wisatawan lokal, mengatakan, mereka punya banyak pilihan berwisata di hari libur. Namun kali ini, Gian dan teman-temannya  memilih suasana pantai dan Pantai Pekaretan menjadi pilihan.

“Untuk datang ke mari sudah tidak susah. Karena infrastruktur jalan sudah baik sehingga memangkas waktu tempuh,” ujarnya sembari menambahkan kalau berwisata adalah hal yang wajib bagi mereka yang bekerja di belakang meja.

“Saya orang kantoran, bukan orang lapangan. Sebab itu, sebagian besar waktu saya dihabiskan di dalam ruangan. Makanya, melakukan kunjungan wisata seperti ini sangat penting untuk kenyamanan batin saya,” jelasnya.

Terpisah, Mond, warga sekitar, mengatakan, yang paling penting dalam berwisata pantai adalah kontrol diri. Sebab, menurutnya, biasanya kecelakaan terjadi akibat dari kelalainan masing-masing.

“Intinya kami sebagai warga sekitar berharap agar semua wisatawan untuk menjaga diri. Apalagi yang tidak pintar berenang untuk jangan mencoba-coba. Disamping itu kami berharap agar jangan menerobos tanda-tanda bahaya yang sudah dipasang,” ujarnya.

(fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *