BNPB RI Memantau Langsung Dampak Bencana Alam di Kota Bitung

BNPB RI Memantau Langsung Dampak Bencana Alam di Kota Bitung
Kepala BNPB RI Willem Rampangiley berdialog dengan Wali Kota, Maxmiliaan Jonas Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri saat memantau lokasi bencana alam banjir bandang di Kota Bitung, Rabu (15/2).
Bitung, Fajarmanado.com – BNPB RI memantau langsung dampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (15/2) tadi.

Dalam pemantauan itu, Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) RI, Willem Rampangiley memgatakan, pemerintah memberikan perhatian serius akan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kota Bitung pada Minggu 12/2.

“Penanganan tanggap darurat sangat tepat dan cepat, sehingga tidak ada korban jiwa dalam bencana itu,” kata Rampangiley.

Didampingi Wali Kota Bitung, Maxmiliaan Jonas Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri, Rampangilei menjelaskan, tujuannya ke Kota Bitung adalah untuk melihat secara langsung apa yang menjadi permasalahan dan penyebab utama dari bencana alam tersebut.

Menurutnya, data ini diperlukan untuk solusi pemulihan dan misigasi untuk masa yang akan datang, guna mempercepat penyelesaian masalah pasca bencana longsor dan banjir akibat hujan deras yang terjadi.

“Penanganan yang terjadi saat ini sudah maksimal,” ungkapnya.

Ia mengatakan, masyarakat yang menjadi korban bencana berdampak sangat kompleks, bukan hanya menimbulkan korban jiwa tetapi berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat diataranya kegiatan belajar mengajar, pelayanan kesehatan dan pelayanan ibadah terganggu.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bitung Maxmiliaan Jonas Lomban mengatakan, banjir bandang merusak pemukiman empat kecamatan yaitu Aertembaga, Maesa, Lembe Utara dan Lembeh Selatan.

Akibatnya, ribuan masyarakat Kota Bitung mengungsi untuk menyelamatkan diri dari bencana tersebut.

(risma tofan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *