DPP APDESI

Soal Jalan Ambruk, Dinas PU Minsel Sebut Tanggung Jawab PT Dinasty Grup

Soal Jalan Ambruk, Dinas PU Minsel Sebut Tanggung Jawab Dinasti Grup
Franky Jirro Lelengboto, ST
Amurang, Fajarmanado.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Minsel  mengatakan perbaikan tanggul yang ambruk bersama sebagian jalan Kelurahan Buyongon-Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang masih menjadi tanggung jawab PT Dinasty Grup sebagai kontraktor proyek.

Kepala Dinas PUTR Minsel, Jootje M Tuerah, ST MM melalui Kepala Bidang Bina Marga Ventje Karouwan, ST, MSi menjelaskan, sesuai masa kontrak kerja yang berakhir Desember 2016 maka saat ini masih masuk masa pemeliharaan.

‘’Jadi, kontraktor PT Dinasty Grup masih memiliki kewenangan untuk memperbaikinya,” kata Karouwan kepada Fajarmanado.com di Amurang, Jumat (13/1/2017).

Ia pun mengancam tidak akan membayar sisa dana dan memblacklist nama perusahaan, yang dikenal bonafid ini dari daftar rekanan Pemkab Minsel.

“Perusahaan itu masih memiliki sisa dana di Pemkab Minsel. Kami baru akan membayar sisa anggarannya apabila PT Dinasty Grup sudah memperbaiki jalan lingkar Buyungon – Kilometer Tiga yang ambruk itu,’’  tandas Karouwan.

Tanggul di sisi jalan Buyungon-Kilometer Tiga bernilai Rp 4,5 miliar yang dibangun PT Dinasty Grup selang April hingga Desember 2016 tersebut dilaporkan sempat mengalami tiga kali longsor.

Ironisnya, terakhir terjadi 3 Januari lalu dan menyebabkan sebagian badan jalan ikut ambrol sehingga tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan bermotor roda empat ke atas.

Masyarakat pun mengharapkan agar Dinas PUTR setempat sebagai instansi berkompeten untuk secepatnya mengambil langkah, minimal melakukan langkah penyelamatan dan perbaikan agar dapat dilalui mobil.

Namun sampai Jumat, hari ini, belum ada tanda-tanda segera dilakukan perbaikan. “Terus terang, melihat kenyataan di lapangan, kami sangat kecewa. Dinas PUTR seakan tidak peduli,” Ferry Jacob, warga Buyungon, siang tadi.

Menurutnya, pasca peristiwa instansi berkompeten langsung mengambil langkah dengan mendesak kontraktor untuk secepatnya melakukan perbaikan. “Tapi sampai hari ini, tidak terlihat tanda-tanda segera diperbaiki,” ketusnya.

Jacob mengatakan, kelambanan penanganan tanggul yang ambruk tersebut bukan hanya merugikan warga Buyungon dan Kilometer Tiga yang harus menempuh jalan lain, tetapi juga menyulitkan wisatawan berkunjung ke objek wisata Batu Dinding di wilayah Desa Kilometer Tiga.

“Selain itu, kontraktor pun bisa terancam bakal semakin rugi. Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini semakin memperparah kerusakan tanggul yang ambruk sehingga berdampak makin besar pula anggaran perbaikannya,” papar Jacob.

Wakil Ketua DPRD Minsel, Franky Jirro F Lelengboto, ST juga mengungkapkan kekecewaan yang sama. Ia menilai Dinas PUTR agak lunak atau tidak menekan kontraktor pemenang tender proyek tersebut untuk mengambil langkah perbaikan dengan segera.

“Seharusnya PT Dinasty Grup cepat-cepat datang melakukan perbaikan karena akan menekan kemungkinan semakin parah kerusakannya. Ibasnya, tentu kita tahu bersama, anggaran perbaikkannya akan makin besar,” papar politisi Partai Gerindra nya.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *