Fajarmanado.com – Selamat tinggal tahun 2016, selamat datang tahun 2017. Pesta petasan dan kembang api tak henti ‘meledak’ silih berganti. Meski hujan rintik-rintik, langit di sebagian Sulawesi Utara pun gemerlap dihiasi percikan kembang api warna-warni.
Nyaris tak mempengaruhi pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang tahun 2016. Data dari Organisasi International Monetary Fund (IMF) mencatat pertumbuhan ekonomi dunia 2016 hanya pafa angka 3,1 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2015, yang mencapai 3,2 persen.
Meski warga Indonesia patut berbangga. Pelambatan ini ternyata tidak terlalu berdampak pada ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditahun 2016 ini masih berada jauh di atas ekonomi dunia. Angkanya pun mencapai 5 persen setelah membukukan pertumbuhan 4,7 persen di tahun 2015.
Capaian ini dimungkinkan oleh rendahnya tingkat inflasi dan tingginya pertumbuhan konsumsi masyarakat.
Di tengah perlambatan ekonomi global, pergerakan harta orang kaya Indonesia pun malah menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.
Data terbaru Forbes yang dirilis pada Desember 2016, mengungkap bahwa tahun 2016 ada tiga orang pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia.
Dari 50 ini, 36 orang mengalami kenaikan kepemilikan harta dan hanya 12 orang yang total kekayaannya menurun.
Harta 50 orang terkaya Indonesia ini mencapai total USD 99 miliar atau setara Rp 1.337,5 triliun (USD 1=Rp 13.510), atau meningkat dari USD 92 miliar tahun lalu. Angka ini hampir menyamai target penerimaan negara dari pajak dalam APBN-P 2016.
Secara garis besar, orang terkaya di Indonesia masih didominasi oleh muka-muka lama.
Tercatat, selama delapan tahun berturut-turut posisi pertama masih juga ditempati oleh Budi Hartono dan Michael Hartono yang mencapai USD 17,1 miliar.
Penasbihan tahun ini membuat posisi Hartono bersaudara belum tergoyahkan dalam delapan tahun berturut-turut. Pun bakal sulit bagi pesaing untuk merebut atau menggeser mereka dalam waktu dekat. Pasalnya, margin perbedaan kekayaan Hartono bersaudara dengan posisi kedua mencapai angka USD 10 miliar.
Budi dan Michael Hartono juga merupakan peraup penghasilan terbesar sepanjang 2016. Yakni USD 1,7 miliar setahun, yang didapat dari kenaikan nilai investasinya di Bank Central Asia (BCA).
Pergerakan harta Hartono bersaudara ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Forbes merilis, ditahun 2015, bos PT Djarum, merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini, hanya mencatatkan kekayaan USD 15,4 miliar atau setara dengan Rp 218 triliun, tahun 2016 naik jadi USD 17,1 miliar.
Pundi-pundi kekayaan Hartono bersaudara bukan hanya didapat dari keuntungan PT Djarum, namun juga dari sektor properti, antara lain ,Puri Cugni, Graha Padma Internusa, Nagaraja Lestari, dan Cipta Bumi Indah.
Selain Hartono bersaudara, harta Garibaldi Boy Tohir juga meroket di 2016. Forbes mencatat, konglomerat yang akrab disapa Boy Thohir ini, menjadi salah satu dalam daftar orang terkaya 2016 yang melejit tahun ini.
Nilai saham perusahaan milik Boy Tohir, Adaro Energy melonjak 165 persen. Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy ini juga mencatat kenaikan kekayaan 74 persen tahun ini.
Tahun 2016, Boy Thohir duduk diperingkat 32 dari 50 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan USD 1,05 miliar atau naik 10 peringkat dari tahun 2015 yang bertengger di peringkat 42 dengan total kekayaan USD 605 juta.
Kepemilikan harta Erick Thohir, pemilik klub sepak bola ternama dunia Inter Milan dan DC United, ikut menjadi penyumbang pada kenaikan kekayaan sang kakak.
Kenaikan saham Adaro, lanjut Forbes, dikarenakan mulai reboundnya kinerja perdagangan perusahaan eksportir batu bara dunia tersebut. Sebab, permintaan batu bara dari India dan China kembali bergairah.
Selanjutnya yang hartanya juga melejit adalah Benny Subianto, berkat kenaikan harga saham Adaro. Pemilik Persada Capital Investama memang tercatat memiliki sejumlah saham di Adaro.
Di tahun 2016 kekayaan Benny naik menjadi USD 950 juta dari sebelumnya yang hanya USD 710 juta. Inilah yang membuat peringkatnya naik ke posisi 33 dari tahun sebelumnya di posisi 39 menurut Forbes.
Data dari berbagai sumber menyebut, Benny pernah menjabat sebagai wakil direktur utama PT ASTRA Internasional Tbk. Saat ini, alumni ITB ini memegang saham di Adaro Energy. Dia juga tercatat pernah menduduki direktur utama PT United Tractors, Tbk. Di samping itu, beliau juga pernah mengelola bisnis kelapa sawit.
Pergerakan kenaikan persentase harta tertinggi sesuai catatan Forber dibukukan Prajogo Pangestu. Salah satu orang terkaya ini adalah pemilik PT Barito Pacific, pabrik petrochemical terbesar Indonesia. Kenaikan nilai saham PT Barito Pacific yang mencapai 1.000 persen membuat Prajogo kembali masuk daftar orang terkaya.
Tahun 2015, Prajogo absen dari daftar Forbes. Namun 2016 ini dia duduk di posisi 25 orang terkaya di Indonesia.
Lonjakan harta Prajogo tahun 2016 juga memecahkan rekor kepemilikan kekayaan orang-orang kaya di tanah air. Kenaikan drastis ini merupakan tahun pertama setelah lima tahun stagnan, harta Prajogo mengalami lonjakan.
Selain berkat PT Barito Pacific, Prajogo juga harus berterima kasih pada kinerja anak usaha, Chandra Asri.
Barito Pacific Group adalah induk dari sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang kehutan, petrokimia, properti, migas pertambangan batu bara dan emas, serta panas bumi.
Miliarder Indonesia yang kembali masuk jajaran orang terkaya adalah Handojo Santosa. Di tahun 2015 pria kelahiran Surabaya ini terhempas dari posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Pengusaha daging dan unggas pemilik Japfa ini berhasil mendongkrak naik kinerjanya sekitar 80 persen.
Handojo diketahui menginvestasikan dana USD 81 juta pada perusahaan ekuitas KKR. Perusahaan ini memiliki fasilitas pengolahan daging di Asia.
Tercatat di tahun 2016 Handojo kembali berhasil masuk jadi orang terkaya dengan total kekayaan mencapai USD 740 juta atau menduduki posisi ke 42 versi Forbes.
Bisnis yang digeluti Handojo Santosa sangat banyak. Dimulai pada tahun 1986 sebagai manajer di perusahaan minyak kelapa bernama Nilam di Surabaya, kemudian pada tahun 1989 karirnya meningkat menjadi wakil direktur utama dari perusahaan yang sama.
Dengan prestasi luar biasa di bidang bisnis, membuat karirnyalebih melonjak yang akhirnya pada tahun 1997 Santosa Handojo menjadi direktur besar.
Perusahaan yang beroperasi di bidang pakan ternak yang diluncurkan oleh Teguh Santosa tesebut lebih berkembang ketika dikelola Handojo Santosa.
Prestasi ini tidak didapatkan dengan percuma, melainkan karena Handojo Santosa memiliki bakat dan pengalaman yang banyak di bidang pakan ternak, pengolahan, pembibitan dan budidayanya. Pengetahuan dan keterampilan itulah membuat Japfa Comfeed menjadi perusahaan besar.
Poo Tjie Gwan atau yang lebih dikenal Widyawimarta Murdaya Poo juga mampu melejitkan harta kekayaannya di tahun 2016. Dia mempati peringkat 9 orang terkaya di Indonesia. Naik empat tingkat dibandung 2014 silam, yang masih berada pada posisi ke 13 orang terkaya di Indonesia.
Murdaya Poo adalah memiliki usaha yang bergerak di bidang teknologi informasi, ketenagalistrikan, infrastruktur, properti, dan perdagangan. Total kekayaan suami Siti Hartati Mudaya ini tercatat mencapai USD 2,1 miliar di 2016. Total kekayaan ini naik dibanding 2015 silam yang hanya USD 1,85 miliar.
Salah satu perusahaan miliknya yang membawa pundi-pundi kekayaan yaitu PT Central Cipta Murdaya (CCM) yang berhasil mengantongi lisensi untuk produk sepatu Nike di Indonesia. Selain itu, CCM juga merupakan agen pemasaran untuk produk-produk seperti IBM, HP, Hitachi dan lain-lain.
Selain itu, Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga sukses mengelola sejumlah perusahaan bersama sang istri, Sri Hartati Tjakra Murdaya.
Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Berca Indonesia Kentjana Sakti, PT Altrak, PT Karunia Berca, PT Handaya Aneka Shoes, PT Berca Hardayaperkasa, PT Yamatake Berca Indonesia, PT Bina Balantak Raya dan lain-lain.
(mdk/ely)