DPP APDESI

Dukung Amurang Kota Adipura, Perlu Gerakkan Sadar Sampah

Dukung Amurang Kota Adipura, Perlu Gerakkan Sadar Sampah
Sampah yang menumpuk di sisi jalan Amurang-Tombatu. Foto: Andries Pattyranie
Amurang, Fajarmanado.com – Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) harus melakukan gerakkan sadar sampah, terutama di Kota Amurang agar bisa mewujudkan harapan Amurang sebagai Kota Adipura.

Di mana-mana masih terlihat sampah menumpuk dan dibuang sembarangan. Meski pun dipasangi papan bertuliskan “Dilarang Buang Sampah di sini” atau “Buanglah Sampah pada Tempatnya” namun tetap saja tidak digubris.

“Lihat saja di tempat ini, sudah ada tulisan larangan buang sampah tetap saja tidak dihiraukan oleh oknum-oknum warga yang tak punya hati nurani,” komentar Maikel Pontoh, S.Pd. di Amurang, Sabtu (19/11).

Yang dimaksud pemerhati lingkungan ini, adalah bongkahan sampah masyarakat di pinggir jalan penghubung Kota Amurang dan Tombatu, Minahasa Utara, tepatnya di Kelurahan Uwuran Dua dan Desa Kilometer Tiga.

Jangankan di pojok-pojok kota, di wilayah pemukiman dalam Kota Amurang pun banyak ditemui sampah menumpuk sembarangan, bukan pada tempat pembuangan sementara (TPS) sampah yang disediakan pemerintah.

Gratya Gabriela juga menyatakan prihatin dengan sikap masyarakat Kota Amurang yang belum semuanya sadar membuang sampah pada tempatnya. Tak seperti beberapa dekade lalu, kini nyaris tidak ada lagi rumah tangga yang menyediakan tempat pembuangan sampah sendiri.

“Kalau kita amati, masih banyak rumah yang memiliki halaman yang cukup untuk dibuatkan lobang sampah tapi hampir tidak pernah lagi saya melihat lobang sampah di halaman masyarakat sekarang ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut warga Amurang ini, bisa dipastikan produksi sampah keluarga-keluarga yang tak memiliki tempat sampah yang rumahnya jauh dari TPS, dibuang saja tempat-tempat sembarangan.

“Siapa pun pasti tidak senang melihat sampah menumpuk di pinggiran jalan. Selain tidak enak dipandang, juga menebar bau tak sedap dan tentu saja menjadi sarang penyebaran penyakit,” ujar Gratya.

Menurut Gratya, jika ingin meraih Piala Adipura, Pemkab Minsel harus melakukan gebrakan melalui gerakkan sadar sampah dibarengi dengan pengadaan TPS-TPS sampah dan mobil sampah yang cukup.

“Selain untuk meraih Piala Adipura kategori kota kecil, gerakkan sadar sampah ini akan mendukung program pariwisata Minsel, yang kabarnya bakal menggelar Sail Teluk Amurang pada tahun 2018 mendatang,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Pontoh mengatakan, penambahan prasarana TPS dan saranan mobil sampah akan mendorong instansi berkompeten menambah penyerapan tenaga kerja, baik petugas kebersihan maupun petugas pengangkut sampah.

“Ya tentu saja dengan konsekwensi anggaran, tapi pemerintah juga bisa mengefektifkan penagihan iuran sampah bulanan kepada setiap keluarga maupun pengusaha. Tarifnya tentu disesuaikan dengan  volume produksi sampah masing-masing,” Pontoh yang juga Ketua Pelayanan Siswa (Pelsis) Minsel ini.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *